Kedua pasangan ini dilahirkan di kota Malang. Pada mulanya Bapak Handoyo belum menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamatnya. Lain dengan Ibu Ninik yang dilahirkan pada keluarga Kristen. Pada tahun 1969, Bapak Handoyo dibaptis dan mengikuti pelajaran katekisasi di sebuah gereja. Walaupun keduanya sudah bisa dibilang Kristen, mereka tidak mengenal Tuhan mereka lebih dalam, melainkan kekristenan mereka adalah sebuah hal 'rutinitas' saja.
Sebelum menjadi seorang hamba Tuhan, Pak Handoyo adalah seorang bisnisman yang diberkati Tuhan. Dengan berkembangnya bisnis tersebut, Bapak dan Ibu Goenawan pindah dari kota Malang, ke Surabaya dan pada akhirnya ke Jakarta. Di Jakarta, kehidupan kekristenan mereka mulai menurun. Kedua pasangan ini mulai malas ke gereja dan bersekutu dengan Tuhan. Tetapi Tuhan Yesus sangatlah baik dan mulai memproses mereka. Setelah beberapa tahun di Jakarta, bisnis Pak Handoyo mulai menurun dan dimana pada akhirnya bangkrut, lantas ini semua membawa mereka mulai mendekat kepada Tuhan dan mencari Tuhan kembali.
Pada tahun 1986, seorang teman mengundang Pak Handoyo ke Full Gospel Businessman Fellowship. Di sanalah Tuhan mulai menjamah Pak Handoyo, diikuti dengan Ibu Ninik. Dari sanalah, kerinduan dan pengenalan akan Tuhan bertumbuh kembali dan lahir baru. Pada tahun 1994, Tuhan menempatkan mereka di IFGF GISI, dan mulai dari saat itu mereka dan sekeluarga mulai berbakti dan bertumbuh di gereja ini. Di sinilah, Pak Handoyo sekeluarga melihat bimbingan dan bantuan Tuhan dalam bisnis mereka. Di tengah pekerjaan bisnisnya, Tuhan memanggil Pak Handoyo untuk meninggalkan pekerjaannya dan melayani Dia sepenuhnya. Begitulah kisah keluarga ini.
|